<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1009">
 <titleInfo>
  <title>Seni Merayu Tuhan</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Al Hadar, Husein Ja`far</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ahmad Khadafi, Dkk</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Editor</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Mizan</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>228 hlm.; 20 x 14 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>“Allah Maha Indah dan menyukai keindahan, maka dekati dia dengan rayuan yang begitu romantis. Sebab amal kita bukanlah ‘alat tukar’ untuk surga, melainkan hanya Rahmat-Nya yang membawa kita ke surga.”&#13;
Mungkin pernah terlintas dalam benak Grameds – jika Tuhan Maha Pengasih, lantas masihkah kita perlu merayu-Nya? Maka jawabannya tentu saja perlu, dan memang hanya itulah cara kita agar dapat menjemput rahmat-Nya. Bahkan sebelum kita sempat merayu-Nya saja, Tuhan malah sudah memberi kita nikmat yang tak terhingga alias unlimited. Jangankan untuk membalas nikmat-Nya, menghitungnya pun kita takkan mampu!&#13;
“Maka kita memerlukan seni merayu Tuhan, agar cinta dan rahmat-Nya senantiasa berdegup di hati kita.” Tulis Husein Ja’far Al-Hadar.&#13;
Dalam buku Seni Merayu Tuhan ini Husein menawarkan perspektif seni (dalam arti yang luas) kepada Grameds untuk memahami berbagai fenomena keragaman kontemporer, mulai dari kesalehan ritual, sosial, hingga digital.&#13;
Dengan gaya “dakwah milenialis”, bahasa yang populer, dan jenaka, Husein mengemas buku ini dengan segar dan mudah dicerna oleh berbagai kelompok anak muda tanpa kehilangan daya nalar dan kritisnya.&#13;
Sejatinya, jarak terdekat manusia dengan Tuhan adalah manakala kita merayu-Nya. Sebab Nabi Muhammad SAW., pernah berkata Tuhan adalah kekasih tertinggi kita, yang Maha Indah dan menyukai keindahan. Para sufi juga pernah berkata, satu sujud saja – yang betul-betul menyentuh rahmat-Nya, sehingga Dia akan memberimu segalanya, termasuk surga-Nya. Itulah tujuan merayu Tuhan, yakni penghambaan yang tulus sekaligus indah kepada-Nya. Bukan sekadar ritual belaka.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Seni Merayu Tuhan</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Islam</topic>
 </subject>
 <classification>297.211</classification>
 <identifier type="isbn">9786024412555</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PUSTAKA LABORA Open Source Library Management System</physicalLocation>
  <shelfLocator>297.211 ALH s</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">A000753</numerationAndChronology>
    <sublocation>My Library</sublocation>
    <shelfLocator>297.211 ALH s</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>images_%25286%2529.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>1009</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-12-12 11:37:28</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-12-12 11:39:31</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>