<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1021">
 <titleInfo>
  <title>Second Hope</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Deviana, Flara</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta :</placeTerm>
   <publisher>Gramedia Pustaka Utama</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>368 hlm.; 13,5 x 20 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>ora Alexander memiliki segalanya. Keluarga berkecukupan, karier gemilang, sahabat-sahabat yang selalu ada. Namun, hidup bagi Nora adalah neraka. Malam-malamnya dipenuhi mimpi buruk, kepalanya selalu bising. Dia ketergantungan alkohol, membenci seisi rumahnya, dan juga menjalani hubungan tak sehat dengan Sebastian Prasetya. Nora tidak mengerti arti dicintai, apalagi mencintai. Kemudian, Nora bertemu Adnan Bratajaya, di tempat yang salah dan di waktu yang tak tepat. Dan entah bagaimana, takdir membawa cowok itu bekerja di kantor Nora. Adnan mulai mengisi hari-hari Nora. Tak peduli sekeras apa pun Nora berusaha menjauhi cowok itu, Adnan akan dengan sabar menghadapinya dengan pengertian, kesabaran, dan cinta. Di tengah trauma yang belum selesai, sesi-sesi terapi yang berat, dan rasa benci yang siap meledak kapan saja, Adnan menemani Nora untuk belajar memaafkan, menerima, juga memeluk harapan. Tapi apakah semua itu cukup untuk keduanya, atau ada bahaya yang diam-diam mengintai untuk menghancurkan mereka?&#13;
&#13;
Prolog:&#13;
DELA DAN RISSA kompak menghujaniku dengan tatapan khawatir. Beruntung Via nggak datang. Entah karena dia sedang sibuk belajar di perpustakaan atau membantu mengerjakan tugas demi uang jajan tambahan, tapi apa pun alasannya aku sangat berterima kasih ke Via. Dua orang saja berhasil bikin kamarku sesak, apalagi tiga! Aku menghela napas sembari menarik selimut sampai ke bawah dagu, dan kedua orang ini bergerak dramatis seolah aku berusaha mematahkan tulang sendiri: satu menangkap kaki, yang lain meraih bahu.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Novel</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <name>Flara Deviana</name>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Second Hope</topic>
 </subject>
 <classification>813</classification>
 <identifier type="isbn">9786020675077</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PUSTAKA LABORA Open Source Library Management System</physicalLocation>
  <shelfLocator>813 DEV s</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">A000765</numerationAndChronology>
    <sublocation>My Library</sublocation>
    <shelfLocator>813 DEV s</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>pjfewoyfrypnon5ure5sap.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>1021</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-12-13 11:29:33</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-12-13 11:30:13</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>