Detail Cantuman
Advanced SearchText
Melawan Dengan Teks
Bahasa politik menguatkan perlawanan kelompok-kelompok Islam yang semakin sporadis terhadap AS. Di Irak, Palestina, Pakistan, Iran dan di beberapa negara lain, sentimen anti Amerika mengumpal. Namun bahasa politik terorisme adalah pedang bermata dua. Ia bisa menghanguskan para teroris, oposan, anarkis bahkan demonstran, tetapi juga melahirkan perlawanan tanpa kesudahan.
Fundamentalisme, radikalisme dan terorisme harus disikapi sebagai upaya untuk mengisi kehampaan nurani yang kelewat rasional-logis ilmiah dan keterlaluan. Merupakan perlawanan akibat ketiadaan keadilan yang menyeluruh.
“Apakah bahasa politik dan psycho-hermeneutic menjadi pisau bermata kembar yang tajam sebagai alat pembunuh Tuhan–agama–kitab suci? Bisa jadi jawabannya ada di buku ini.” – Koran Tempo
“Yudhie menyatakan dalam menginterpretasikan agama, manusia sering kali menerima sampah dan kutuknya. Sampah ialah perasaan yang menganggap benar sendiri, sedangkan kutuk sebagai perang antaragama.” – Media Indonesia.
Ketersediaan
| A000890 | 809 HAR m | My Library (Lantai 2) | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
809 HAR m
|
| Penerbit | Resist Book : Yogyakarta :., 2005 |
| Deskripsi Fisik |
xxvi, 224 hlm.; 14 x 21 cm
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
979-3723-33-5
|
| Klasifikasi |
809
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
Cet.1 2005
|
| Subyek | |
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
-
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






