Image of Memaafkan Islam

Text

Memaafkan Islam



Maka, keanehan Tuhan adalah keanehan manusia. Dan keajaiban manusia adalah keajaiban Tuhan. Manusia adalah “tuhan yang menyejarah.” Dan Tuhan adalah, manusia yang “meng-abadi.” Karenanya tiada yang lebih indah dan mulia dari semua pesan keilahian kecuali menjadi dan menujuNya. Menuju Tuhan pada akhirnya adalah semangat untuk berubah ke arah yang lebih baik [menjadi insan kamil].



Dengan maaf dan tobat, manusia harus bersemi menjadi insan kamil. Menjadi insan kamil artinya adalah “tidak patuh pada literalisme semata, tetapi juga tidak menjilat pada liberalisme.” Literalisme dan liberalisme harus dimaknai sebagai sarana, dan bukan tujuan itu sendiri. Tegasnya, ber Tuhan bukan literalisme dan liberalisme, dua anak haram dalam agama yang sering “hanya” menimbulkan penjajahan baru atas nama Tuhan.



Memaafkan Islam, dengan demikian adalah usaha nalar sadar waktu sekaligus wahyu; bahwa berlslam dan berIndonesia merupakan usaha sungguh-sungguh untuk tidak menjadi manusia “adigang-adigung-adiguna” sekaligus gumunan!


Ketersediaan

A000897741.5 HAR mMy Library (Lantai 2)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
741.5 HAR m
Penerbit Kalam Nusantara : Jakarta :.,
Deskripsi Fisik
224 hlm.; 13,5 x 20 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
979-3457-05-6
Klasifikasi
741.5
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
Cet.1 2006
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this